Permintaan anda sedang kami proses
Loan Lending Charity About Contact News FAQ Privacy Policy Business Loan Login
Login Loan Lending How it Works Charity About Contact News FAQ Privacy Policy

Biaya- Biaya yang Harus dibayar dalam KPR

Monday January 25, 2016 9:52:13am oleh WinWin

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan produk pembiayaan rumah dengan skema cicilan. Di Indonesia, produk KPR umumnya disediakan oleh pihak perbankan meski ada beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang juga menyediakan pembiayaan rumah tetapi dalam jumlah terbatas.

Ada beberapa biaya yang perlu Anda siapkan dalam mengajukan KPR tentu saja selain uang muka dan cicilan. Sayangnya, terkadang biaya-biaya tersebut lupa Anda persiapkan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda simak biaya apa saja yang perlu Anda siapkan dalam ulasan berikut ini:

1. Uang Muka / Down Payment (DP)

Tentu uang muka adalah hal yang pasti dan perlu Anda siapkan. Peraturan di Indonesia, DP untuk luas rumah 70 m2 minimal sebesar 30% dari nilai properti. Penyerahan uang muka bertujuan menunjukkan keseriusan Anda sebagai pembeli rumah dan juga kesanggupan Anda kelak dalam mencicil rumah. Tenang saja, kini marak pengusaha properti yang menawarkan DP hanya sebesar 10%. Jelilah dalam mencari rumah idaman Anda dengan harga miring.

2. Biaya Notaris

Biaya ini jangan Anda lupakan. Biasanya pihak bank dan pengusaha properti memiliki notaris. Lalu siapakah yang membayar biaya jasa notaris tersebut? Tentu saja Anda sebagai penerima KPR. Kerapkali hal ini terlupakan oleh Anda. Padahal biaya notaris cukup merogoh kocek yang tak sedikit. Untuk mensiasati biaya jasa notaris, cobalah untuk menggunakan jasa notaris kenalan Anda atau bernegosiasi harga dengan notaris pihak bank maupun pengusaha properti.

3. Biaya Provisi dan Administrasi

Biaya provisi seringkali juga disebut sebagai biaya administrasi. Jika dilihat pengertiannya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna provisi memiliki beragam arti diantaranya biaya administrasi dan upah/ imbalan. Dalam KPR, biasanya pihak perbankan membebankan biaya provisi dan biaya administrasi. Jika demikian, maka provisi disini bisa berarti upah/ imbalan bagi pihak perbankan. Adapun besaran biaya provisi berkisar 1% dari plafon kredit.

Namun, ada beberapa bank yang meniadakan biaya provisi dan hanya memungut biaya administrasi. Akan tetapi, biaya administrasi yang ditarik jumlahnya tinggi hampir seperti biaya provisi ditambah dengan biaya administrasi.

4. Pajak Pembelian

Anda sebagai penerima KPR dan juga pembeli properti akan dikenakan biaya pajak pembelian sebesar 5% dari total nilai transaksi setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Hal tersebut berlaku juga bagi penjual yang dikenakan 5% dari nilai transaksi jual. Terkadang masih saja ada penjual yang tidak tahu menahu terkait pajak penjualan, sehingga pada akhirnya beban pajak penjualan ditanggungkan kepada pembeli. Jadi, cermatlah dalam hal ini.

5. Asuransi Jiwa dan Kebakaran

Pihak bank tentu saja tidak ingin ambil resiko jika kelak ada sesuatu yang tidak terduga dan menyebabkan Anda tidak dapat melunasi KPR. Maka ketika hal itu terjadi, gunanya asuransi adalah gunanya asuransi adalah melunasi biaya KPR Anda. Tentu saja, semakin tua Anda ketika mengajukan KPR, biaya asuransi yang Anda keluarkan juga semakin tinggi.

Selain asuransi jiwa, pihak perbankan juga membebankan biaya asuransi kebakaran. Beberapa bank tidak mewajibkan Anda untuk menggunakan asuransi kebakaran. Jadi pilihan ini tergantung kepada Anda.


Setelah Anda menegetahui beberapa biaya yang harus Anda persiapkan dalam mengajukan KPR, maka cermatlah dalam memilih pihak bank yang menyediakan KPR dan rumah yang akan menjadi hunian di masa depan Anda. Jangan malu untuk tanya secara rinci kepada pihak bank maupun pengusaha properti agar kelak tidak ada biaya-biaya tambahan tak terduga yang belum Anda persiapkan. Selamat memilih rumah masa depan Anda!